|
BANDUNG, (PR).-
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar minta
biaya pendidikan bagi siswa sekolah dasar (SD) di
seluruh Jawa Barat bisa digratiskan. Sebagai
kompensasinya, pemerintah provinsi harus mengambil
alih kebutuhan biaya bagi siswa sekolah menengah
pertama (SMP).
Permintaan tersebut diungkapkan anggota Komisi E.
Rachmat Sulaeman, Senin (20/12). Sedangkan bagi
siswa sekolah menengah atas (SMA) yang
berprestasi, kata Rachmat, dana subsidi bisa
diambilkan dari bagian keuntungan 5% BUMN. "Dengan
pembagian kewenangan dan kewajiban pembiayaan
tersebut, program pembangunan bidang pendidikan
akan lebih terarah dan tidak tumpang tindih antara
pemkab dan pemkot dengan pemprov dan BUMN,"
katanya.
Dengan kewajiban khusus menangani pendidikan SD,
kata Rachmat, subsidi yang diterima daerah tingkat
II dari pemprov bisa digunakan untuk meningkatkan
kesejahteraan guru dan meningkatkan kualitas
pendidikan seperti membangunan laboratorium dan
sejenisnya.
"Selama ini kan banyak guru-guru yang terpaksa
nyambi seperti ngojek atau berjualan untuk
menambah penghasilan. Tentu saja konsentrasi dalam
mengajar terganggu yang akhirnya berdampak kepada
kualitas pendidikan," kata Rachmat.
Menyinggung tentang besaran dana untuk pendidikan
dalam RAPBD 2005, Ketua KNPI Jabar ini menilai,
masih jauh dari harapan. Anggaran pendidikan 2005
hanya sekira Rp 355 miliar atau sebesar 11% dari
total anggaran dari yang seharusnya 20%.
"Namun setidaknya sudah ada peningkatan cukup
berarti dari yang semula 8% menjadi 11% dari total
anggaran," katanya.
Cirebon SD gratis
Sebelumnya anggota Pansus APBD Jabar 2005 Eka
Hardiana menyatakan, anggaran untuk pendidikan
pada rencana anggaran dan belanja daerah (RAPBD)
Jawa Barat 2005 mengalami kenaikan menjadi Rp
355,799 miliar atau sekira 11% dari keseluruhan
prakiraan belanja RAPBD 2005 yang mencapai Rp
4,050 triliun. Kenaikan tersebut merupakan
kesepakatan eksekutif dan legislatif pada saat
pembahasan pra-RAPBD Jabar 2005, beberapa waktu
lalu.
Soal permintaan Dewan Jabar agar SD digratiskan,
sebenarnya sudah dilaksanakan di wilayah Kab.
Cirebon. Sejak tahun ajaran 2004/2005 sedikitnya
264 ribu siswa SD bersekolah secara gatis. Selain
biaya sekolah, subsidi juga diberikan untuk
seragam, sepatu, dan alat tulis.
"Mudah-mudahan sekolah gratis ini bisa berlangsung
seterusnya. Apalagi kalau memang ada pembagian
kewajiban antara pemkab dengan pemprov, sehingga
pemkab hanya menanggung beban siswa SD," ungkap
Bupati Cirebon H. Dedi Supardi yang dihubungi
melalui telefon selulernya, Senin kemarin.
Dengan pembagian (sharing) kewajiban, kata Dedi
Supardi, daerah tingkat II akan lebih fokus
meningkatkan kualitas pendidikan tingkat
dasar. "Kalau bener pembagian kewajiban itu
dilaksanakan, semua daerah tingkat II di Jawa
Barat, insya Allah bisa menggratiskan siswa SD,"
ujarnya.
Dedi mengatakan, pada tahun ajar 2004/2005, Pemkab
Cirebon mengalokasikan lebih dari Rp 9 miliar
untuk memberikan subsidi bagi pendidikan SD
gratis. "Namun dari anggaran sebesar itu, Rp 6,5
miliar bantuan Pemprov Jabar sedangkan sisanya
dari APBD Kabupaten Cirebon," katanya. (A-92)***
Sumber : Pikiran-Rakyat.Com
|